Alhamdulillahirobbil alamin, kegiatan Penyerahan Kembali Siswa Kelas VI dan Pentas Seni Tahun Ajaran 2024/2025, Jumat, 13 Juni dapat berjalan selamat, lancar, dan penuh warna.
Persiapan telah dilaksanakan sejak dua minggu sebelumnya. Dimulai dari pembentukan panitia, pembentukan tim kerja, hingga penyusunan anggaran. Semua dilakukan bersama perwakilan walimurid kelas VI, pengurus POT, dan Komite Sekolah.
Demikian pula para pembimbing kegiatan ekstrakurikuler, mereka intens menyiapkan peserta didiknya agar bisa unjuk diri menampilkan kebolehan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran selama satu tahun.
Jumat pagi yang cerah ceria, waktu belum menunjukkan pukul 07.00. Halaman sekolah telah ramai oleh anak-anak kelas I,II,III yang akan tampil memainkan alat musik angklung. Mereka mengenakan baju seragam yang sudah disepakati dan rompi dari sekolah serta tutup kepala sederhana yang tampak serasi. Mereka tidak berhias mewah, jadi sudah siap semuanya dari rumah.
Sementara itu, di ruang perpustakaan, pembimbing ekstrakurikuler Seni Tari, sibuk merias anak-anak yang akan tampil menari yakni siswa putri kelas IV dan V. Mereka sudah antri berhias sejak pukul 05.00.
Di selasar kelas sebelah timur, sudah ditata seperangkat gamelan sejak hari Kamis siang. Di situ, siswa kelas IV dan V putra dengan berpakain Jawa, sudah siap di depan gamelan masing-masing dan membunyikannya tanpa irama yang pakem, jadi terkesan bising.
Waktu menunjukkan pukul 07.15. Tamu-tamu belum banyak yang hadir karena undangan memang pukul 07.30. Di sudut timur, MC dari walimurid dan operator musik telah siap. Satu dua siswa kelas VI mulai berdatangan bersama orang tuanya. Siswa mengenakan pakaian jawa tampak anggun cantik-cantik dan ganteng-ganteng.
Di sisi lain, di ruang kelas II, siswa kelas I telah siap bersama Bapak Guru Pendidikan Agama Islam. Mereka akan tampil perdana murojaah melantunkan Surat Alfatikhah dan At-Takatsur dilanjutkan memainkan musik angklung. Mereka akan membawakan Lagu Padang Bulan di Pra acara.
Acara dimulai tepat pukul 07.30. Bertindak sebagai pembawa acara, Ibu Sulastri dari pengurus Komite Sekolah, membuka dengan bacaan basmallah. Acara kedua menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dari seluruh hadirin yang dipimpin oleh Ibu Wagilah, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda.
Dalam acara prosesi wisuda, siswa kelas VI dipanggil maju satu per satu untuk menerima pengalungan samir wisuda dari kepala sekolah lalu berdiri berbaris. Setelah semua berdiri rapi, mereka langsung menyanyikan lagu: Terima Kasihku, Himne Guru, Perpisahan, dan Pergi untuk Kembali.
Acara menjadi haru biru, kepala sekolah menyampaikan ucapan selamat datang kepada tamu-tamu yang hadir dilanjutkan dengan menyerahkan kembali siswa kelas VI kepada orang tua murid. Dengan kata yang terbata-bata dan menahan air mata, padat, dan singkat. Menurut beliau, saat seperti itulah yang membuat hati nano-nano, sehingga kata-kata banyak yang tidak bisa keluar. Senang, bangga, karena telah mendapat amanah dari orang tua sampai dapat mengantarkan mereka ke jenjang terakhir di SD. Sedih, susah, karena harus berpisah, banyak kenangan bersama mereka. Yang terpenting kepala sekolah mohon maaf jika selama belajar di SD tentu ada luka-luka yang tak sengaja tergores di hati siswa. Beliau memohon agar lupakan, hapus luka-luka itu, ganti dengan semangat yang baru, untuk menggapai masa depan yang gemilang.
Disambut dengan tanggapan walimurid, yang diwakili oleh Ibu Kamila, wali dari Mbak Janitra Azkadina Widada. Di awal-awal sambutan, beliau kelihatan tegar, senang, memuji acara yang rapi, bagus, dengan penampilan-penampilan yang mendukung Kalisana Berbudaya, namun saat menanggapi Penyerahan Kembali Siswa, beliau juga harus berhenti, menahan air mata agar tak keluar, namun akhirnya tetap keluar. Terima kasih yang setulus-tulusnya beliau sampaikan mewakili walimurid kelas VI atas segala yang telah diberikan guru dan sekolah kepada putra-putri mereka, bahkan kadang harus dengan kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Beliau juga mohon maaf atas nama putra-putri mereka dan seluruh walimurid kelas VI.
Diselingi berbagai penampilan, ada angklung kelas II, pembacaan cerita berbahasa Inggris, Indonesia, dan Jawa dari kelas V, Tari kelas IV, sampailah saatnya sambutan Lurah Tuksono. Bapak Lurah menyempatkan hadir di sela segala kesibukan beliau karena beliau sangat care dengan Pendidikan. Menurut beliau Pendidikan adalah asset bangsa. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Beliau juga menyampaikan bahwa, benar saat ini membuat kepala sekolah, guru, dan walimurid merasakan suasana nano-nano. Terima dan jalani sebagai proses panjang mengantarkan anak-anak calon pemimpin bangsa, yang pada saatnya nanti akan menggantikan para pemimpin sekarang. Semangat dan perjuangan orang tua semoga gayung bersambut sehingga di SMP dan selanjutnya nanti anak juga akan semangat dalam berjuang melanjutkan belajarnya, karena di SMP dan SMA besok, mungkin gangguan, godaan akan lebih dahsyat dari pendidikan di SD.
Waktu terus berjalan, ada tari Kebyok Anting-anting, Tari Angguk Jos, Tari Incling, gending-gending yang merdu, serta pembacaan puisi dari siswa kelas I. Tamu-tamu yang hadir dari perwakilan TK se-Kalurahan Tuksono, POT, dan Komite, terpukau terpesona. Mereka mengapresiasi, bahwa usia sekolah seperti ini memang saatnya anak mengembangkan potensi dirinya.
Di acara lain-lain, diumumkan kejuaran siswa berdasar nilai perolehan ASPD dan Ijazah oleh Bapak Damar guru PJOK. Juara ASPD: 1. Janitra Azkadina W, 2. Yafi Arjun, 3. Keiza Putri. Sementara di perolehan nilai Ijazah: 1. Afika Larasati, 2. Janitra Azkadina W, dan 3. Faiz Putra. Sekolah memberikan sekedar apresiasi bagi mereka. Sementara itu, walimurid justru memberikan apresiasi yang luar biasa kepada sekolah atas nama perorangan maupun kelompok. Kepala sekolah menjadi semakin terharu dan mengucapkan terima kasih tak terhingga atas semua apresiasinya, diiringi doa agar Allah membalas dengan yang lebih berkah berlimpah.
Di sisi lain, Bapak Budiman, selaku ketua komite juga memberikan banyak apresiasi kepada siswa-siswa kelas VI, beberapa siswa menerima ganda karena prestasinya. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat kepada sekolah, kepada siswa, dan orang tua atas terselesaikannya tahapan akhir di SD dengan selamat, lancar, dan hasil yang baik. Hasil dan prestasi jangan hanya dilihat dari angka-angka saja, tapi yang lebih penting pada karakter, iman, dan taqwa kepada Allah swt.
Dari perwakilan guru, Bapak Damar juga memberikan apresiasi kepada banyak siswa. Siswa yang memperoleh nilai ASPD ada angka delapannya, dipanggil maju untuk menerima apresiasi dari beliau, ada sekitar delapan siswa.
Dengan acara yang marathon tanpa jeda, seluruh rangkaian acara selesai pada pukul 10.30. Setelah ditutup oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sesi foto-foto untuk mengabadikan kenangan. Banyak walimurid yang memanfaatkan momen ini, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 saat bapak-bapak persiapan Jumatan.