SD Negeri Kalisana merayakan Idul Adha Idul Adha 1446H/2025M. Kegiatan Idul Adha dimulai sejak hari Kamis, 5 Mei 2025. Di sela siswa melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun Pelajaran 2024/2025, guru-guru kelas menanamkan hikmah Idul Adha.

Idul adha mengajarkan kepada kita tentang pengorbanan, ikhlas, dan berbagi. Apa yang dikorbankan, diikhlaskan, dan dibagikan? Waktu, tenaga,dan kesempatan, kita korbankan, kita bagikan dengan ikhlas untuk diri sendiri, untuk teman, orang tua, sekolah, atau apa saja dan siapa saja yang dekat dengan kita.

Bagaimana penjelasannya?  Hari Sabtu, 7 Juni 2025 secara kalender pendidikan adalah hari libur. Waktu kita bisa bermain, bersantai, atau bahkan bermalas-malasan di rumah. Tenaga kita, bisa untuk bermain, sepedaan, membantu orang tua, atau yang lain. Kesempatan kita untuk bersantai-santai tanpa dijadwal seperti hari masuk sekolah. Dengan semangat berkorban, ikhlas, dan berbagi kita semua datang ke sekolah dengan riang, sesuai waktu yang disepakati.

Hadir ke sekolah dengan langkah ringan. Tenaga dan waktu kita gunakan untuk bekerja sama bergotong-royong. Bapak Tumija dan Ibu Wagilah, Bapak guru kelas II dan ibu guru kelas III berkurban 2/7 lembu, teladan berqurban dan berbagi, sedangkan keikhlasannya ada dalam hati sanubari yang tak dapat diamati. Daging qurban utuh dibawa ke sekolah. Siswa kelas IV dan V serta perwakolan walimurid bekerja sama memasak daging tersebut.

Di selasar kelas, siswa bergerombol-gerombol memotongi daging. Di belakang, bapak/ibu guru dan walimurid juga memotongi daging dan menyiapkan segala sesuatunya. Sementara di halaman sekolah, ibu-ibu walimurid memasak. Kelas yang tidak membantu memasak datang ke sekolah pukul 12.00 setelah salat dzuhur di rumah. Dipimpin bapak ibu gurunya bertakbir bergantian menunggu masakannya matang.

Siswa datang membawa nasi dan air minum sedangkan daging dan lalapanlengkap dipersilakan mengambil sepuasnya. Siswa yang tidak datang semua disiapi masakan 1 porsi per orang lengkap lalapnya dititipkan siswa yang datangatau diantar guru jika tak ada temannya yang dekat. Dengan begitu, diharapkan semua siswa dapat menerima dan menikmati semua.

Kegiatan diakhiri dengan makan bersama guru dan walimurid dilanjutkan bersih-bersih peralatan masak dan lingkungan. Pukul 13.30, semua sudah rapi dan bersih. Anak-anak dan walimurid dipersilakan meninggalkan sekolah. Ucapan terimakasih atas kerja sama dan bantuan dari walimurid dan siswa sebagai wujud pengorbanan, keikhlasan, dan semangat berbaginya, semoga mendapat imbalan berlimpah dari Allah s.w.t.

Semua meninggalkan sekolah untuk melanjutkan kegiatan liburan. Semoga tahun-tahun berikutnya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, sebagai salah satu upaya penanaman karakter rela berkorban, ikhlas, dan berbagi.

Memotong daging kurban
Memotong daging kurban
Kelompok siswa di selasar
Kelompok siswa di selasar
Ibu-ibu walimurid memasak di halaman Ibu-ibu walimurid memasak di halaman
Menikmati gulai daging kurban

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *